Tugas LKKM-TD dari Bu Imamatul
Saat duduk di bangku SMP, saya mengikuti ekstrakulikuler pencak silat yang dimana organisasi bela diri tersebut fokus ke prestasi-prestasi anak didiknya. waktu itu kakak pelatih saya bilang "Qon, ada perlombaan ini. ikut yuk" tentu saja saya tidak mau menolak karena itu peluang saya untuk menang. suatu hari saya sudah berlatih keras mulai dari lari, push up, sit up, plank, dan mengidealkan berat badan.
Disuatu perlombaan Pencak Silat, hari pertama teman-teman sudah mulai ada yang mendapatkan point banyak. Dari situ, saya Percaya diri ""pasti menang, aku harus bisa seperti teman-temanku". kalimat itu bagaikan penyemangat buat saya. Hari ke dua dimulai, waktunya saya untuk bertanding. Pertandingan sudah selesai. akhirnya saya Kalah. Saya menangis, tidak terima dengan keadaan, menyesal, ingin memutar waktu kembali "seandainya aku gini pasti menang".
Saat perjalanan pulang sampai dirumah saya tidak berhenti menangis.
keesokan harinya latihan rutin dimulai kembali, tidak lupa juga diberi pesan oleh pelatihku "tidak apa-apa, qon. menang kalah sudah biasa, ayo semangat lagi!! masih ada kesempatan lomba lainnya". karena dukungan dari lingkungan dan keluarga, saya sudah semangatt latihan dan memulai nya dari nol.
Dari cerita saya diatas saya merasa putus asa karena gagal dalam perlombaan dan cara mengatasi rasa putus asa tersebut dengan:
1. ubah pola pikir menjadi "kegagalan sebagai bagian dari perkembangan, bukan akhir dari segalanya."
2. Meminta dukungan pada lingkungan sekitar dan keluarga
3. Bangun tujuan untuk menang di perlombaan selanjutnya
sekian cerita singkat saya dalam menyelesaikan masalah di kehidupan saya.
Saya Qoni dengan NIM 1130025012 dari kelompok Neuron.
Komentar
Posting Komentar